WhatsApp-Image-2026-04-01-at-11.16.19
Berpijar dalam Temaram

Berpijar dalam Temaram
Pande Putu Resa Puspita Dewi

 

Kakiku terus menghentak tanpa henti
Layaknya jarum jam yang terus berdenting tanpa kenal mati
Diriku tidaklah insan yang dungu
Yang disebut tak pantas mendapat perunggu
Dari banyaknya mimpi yang kugenggam
Hanya satu yang telah menjadikanku pemenang

Jemariku menggores setiap lembaran masa depan di atas kertas
Menjadikanku seorang yang tak akan terdesak oleh dunia yang keras
Kerutan demi kerutan terbentuk di dahiku
Dengan beban yang semakin berat di bahuku

Hari-hariku bernaung
Dengan raga yang belum sepenuhnya sadar
Sampai akhirnya teringat ada banyak mimpi yang terbangun di bawah kasurku
Yang terus meronta, mendorong langkahku

Perjalanan ini tak mudah untuk ditempuh
Terkadang terlalu terjal sehingga membuat kaki lumpuh
Dengan sorot mata yang terus dihantam oleh kabut
Yang terkadang membuat diri ini takut

Dalam relung sanubari kuberkata
Tumbuhlah engkau menjadi benih berharga untuk bangsa
Yang sama bersihnya dengan bulu-bulu angsa
Dan sama kuatnya dengan kepak sayap sang garuda

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait